Rabu, November 12, 2008

KEKAYAAN - Bag 2

III. Kekayaan Dari Sudut Negatif


Sekalipun kekayaan adalah karunia Allah, namun jikalau seseorang tidak mempunyai perspektif yang benar tentang kekayaan, maka kekayaan dapat menghasilkan efek yang negatif.

Efek negatif terhadap kita

1. Melupakan Allah
U1. 6:10-12; 8:13-14,18: Bani Israel diingatkan untuk tidak melupakan Allah setelah mereka jadi makmur. Allah tahu banyak orang yang sudah menjadi kaya akan sombong bahwa dirinya sendirilah yang menghasilkan kekayaan itu (8:17; Ams. 30:9). Karena itu, Allah mengingatkan kita berkali-kali untuk selalu ingat bahwa sumber kekayaan adalah Allah sendiri.


2. Mengalihkan harapan kita dari Allah kepada harta
Maz. 62:11: Maz. 62 berbicara tentang harapan kepada Allah untuk keselamatan dan perlindungan. Ay. 11 menyatakan tendensi orang yang menjadi kaya untuk melekatkan harapannya pada hartanya, dan tidak lagi kepada Allah.


3. Kehilangan ketulusan hati / kejujuran
Ams. 28:6,8,20: Ams. 28 mencatat banyak pandangan negatif tentang orang yang mencari kekayaan. Ay. 6 dan 8 menyatakan bahwa banyak orang yang mengejar harta akan serong jalannya (tidak tulus dan tidak jujur). Ay. 20 memberi kesan bahwa banyak dari mereka melanggar hukum.


4. Susah masuk Kerajaan Allah
Mat. 19:23-24: Mat. 19:16-26 mencatat seorang muda yang kaya ingin tahu cara masuk Kerajaan Allah. Yesus menyuruh dia melakukan Taurat, menjual hartanya dan memberikan sedekah, lalu mengikut Dia. Si kaya tidak mau sebab hartanya banyak (ay. 22). Lalu Yesus berkata bahwa seorang kaya sulit untuk masuk Kerajaan Allah. Hal ini menunjukkan bahwa banyak orang kaya yang hatinya sangat terikat pada hartanya, sampai-sampai dia rela melepaskan kehidupan yang kekal. Daya ikat kekayaan dapat menahan orang dari pada keselamatan jiwanya.


5. Membuat hidup tidak berbuah
Mark. 4:19: Mark. 4:1-20 mencatat perumpamaan tentang benih yang jatuh di pinggir jalan, di tempat yang berbatuan, di semak berduri, dan di tanah yang subur. Yesus mengumpamakan kekayaan sebagai semak duri, yang tumbuh dan menghimpit Firman Tuhan sehingga ia mati dan tidak berbuah. Jadi, kekayaan dapat menghambat pekerjaan Firman Tuhan, sehingga kita tidak dapat menghayati dan melaksanakannya dalam hidup kita. Mat. 6:24 menyatakan bahwa kita tidak dapat melayani Allah dan uang sekaligus.


6. Menjerumuskan orang dalam pencobaan, dll
I Tim. 6:9: Orang yang ingin kaya terjatuh dalam pencobaan, jerat, nafsu-nafsu hampa, celaka, runtuh, dan binasa.


7. Berbuat jahat, menyimpang dari iman, berduka
I Tim. 6:10: Orang yang mencintai dan memburu uang (kekayaan) rela berbuat kejahatan (berbohong, mencuri, menipu, dll), menyimpang dari imannya (tak pedulikan Tuhan dan FirrnanNya, dll), dirundung kedukaan (kekosongan hati, kekecewaan, dll).


Kesia-siaan dan ketidakkekalan kekayaan


Ams. 11:4: Harta tidak ada gunanya di dalam menghadapi penghakiman Allah.
Zef. 1:18: Kekayaan tidak dapat menyelamatkan orang dari murka Allah.
Ams, 23:4-5: Harta kekayaan dapat lenyap begitu saja.
Ams. 27:24: Harta benda tidak abadi.


Bersambung ke Bag 3

Tidak ada komentar: