Sabtu, Februari 21, 2009

KARUNIA PENYEMBUHAN DAN BAHASA ROH - Bagian 1

Dunia Kristen masa kini sangat menarik. Sejak lahirnya gerakan Pentakosta dan Karismatik, dunia Kristen disemarakkan oleh berbagai fenomena yang spektakuler. Sering terdengar berita kesembuhan adikodrat (supernatural) seperti orang lumpuh berjalan, orang tuli mendengar, dan lain-lain. Banyak orang Kristen mengaku dapat berbicara dalam bahasa yang mereka sendiri tidak mengerti. Semua orang, baik Kristen maupun non-Kristen, dapat mengamati fenomena-fenomena ini di banyak gereja, persekutuan, kebaktian kebangunan rohani, bahkan di televisi. Dengan kata lain, fenomena spektakuler sudah menjadi bagian ke-Kristen-an masa kini.

Banyak orang Kristen percaya bahwa semua ini adalah hasil karya Roh Kudus. Terjadinya banyak kesembuhan dan meluasnya pemakaian bahasa roh dianggap tanda dari kebangunan rohani dan pekerjaan Roh Kudus yang hebat di abad kedua-puluh. Tetapi tidak semua orang setuju dengan penafsiran ini. Ada yang percaya bahwa segala keajaiban ini tidak berasal dari Allah, melainkan hasil proses yang alamiah (natural), atau bahkan bersumber dari Iblis. Selain itu, ada orang-orang yang mengambil posisi di tengah, yaitu bahwa fenomena-fenomena ini dapat berasal dari Allah dan juga dari sumber lain. Mereka percaya bahwa kita harus menguji setiap kasus untuk mencari tahu sumber yang sebenarnya.

Sampai saat ini, saya sendiri setuju dengan pandangan bahwa segala fenomena yang menakjubkan ini dapat berasal dari Allah atau tidak (posisi terakhir yang diajukan di atas). Posisi yang pertama, menurut saya, adalah posisi yang tidak bijaksana. Alkitab mengajarkan bahwa Iblis dapat melakukan berbagai mujizat (II Tes. 2:9), tetapi dengan motivasi untuk menipu kita (Yoh. 8:44). Dengan kata lain, mujizat yang kelihatannya hasil karya Allah mungkin saja berasal dari Iblis, dirancang untuk menghasilkan buah yang merugikan bagi kita. Jikalau kita secara membabi-buta menerima suatu mujizat sebagai pemberian Allah, di kala mujizat itu mengeluarkan buahnya yang negatif, kita dapat tertipu dengan mengira bahwa Allah telah menimpakan malapetaka kepada kita, padahal sebenarnya Iblislah yang berperan di belakang mujizat itu. Kita bisa jadi bingung, marah, bahkan meninggalkan Tuhan. Posisi yang kedua juga tidak baik untuk dipegang, karena dengan mengatakan bahwa segala mujizat pasti tidak berasal dari Allah kita membatasi Allah. Allah kita mahakuasa, dan Dia dapat melakukan apa saja yang tidak bertentangan dengan sifat dasarnya, termasuk mengaruniakan kesembuhan dan bahasa roh. Melihat semakin luasnya pengaruh dari tanda dan mujizat dalam dunia Kristen, kita juga tidak boleh acuh saja, sebab dengan sikap ini kita menolong Iblis dengan tidak mempedulikan mereka yang mungkin sedang dia tipu. Sikap ini adalah kekejaman terhadap sesama kita manusia.

Artikel ini akan mendiskusikan dua fenomena, yaitu kesembuhan ilahi dan bahasa roh. Kedua hal ini sangat luas dan kontroversiil, sehingga tidak mungkin dicakup dalam artikel sesingkat ini. Artikel ini hanya menyajikan sedikit analisa dan penuntun untuk menguji kedua fenomena ini. Untuk diskusi yang lebih dalam, para pembaca dianjurkan untuk membaca buku-buku di daftar bacaan di bawah dan buku-buku lainnya tentang karunia roh.


Bersambung ke bagian 2

Tidak ada komentar: