1. Selamat pagi semua, dan kung si fat choi! Selamat tahun baru Imlek. Siapa di antara kalian yang kemarin Jumat dan Sabtu ikut merayakan Imlek? Apa yang kalian dan keluarga kalian lakukan dalam merayakannya?
2. Kalian tahu Imlek itu sebenarnya perayaan tahun baru menurut kalender orang Tionghoa. Jadi Imlek itu sama seperti New Year-nya kita dan kebanyakan orang di dunia ini, atau seperti Tahun Baru Hijriah-nya orang Islam. Kalau New Year itu tahun baru menurut kalender orang barat, yang perhitungannya menurut putaran bumi atas matahari, yang disebut sistem solar, sedangkan Imlek itu menurut kalender orang Tionghoa yang perhitungannya menurut putaran bulan, disebut sistem lunar. Kalau menurut New Year kita, kita sekarang ada di tahun 2000. Kalau menurut Imlek, tahun berapa sekarang? Tahun 2551, yang menurut perhitungan shio termasuk tahun naga, maka dianggap tahun ini adalah tahun hoki, karena naga dianggap hewan yang paling besar dan sakti di antara hewan-hewan shio lainnya. Kalau tahun Hijriah 6 April nanti, tahun berapa, ada yang tahu? Tahun 1421. Jadi menarik kan? Dunia baru masuk abad 21 atau milenium 3 atau tahun 2000, tetapi orang Tionghoa sudah setengah milenium lebih dari milenium 3, sedangkan orang Islam masih setengah milenium lebih lagi baru masuk milenium 3. Untung komputer itu termasuk barang baru dan dibuat menurut satu standar yaitu standar internasional, kalau tidak maka orang Tionghoa sudah kena masalah Y2K 551 tahun yang lalu, sedangkan orang Islam masih aman sampai 500-an tahun lagi ke depan.
3. Orang Tionghoa dulunya memakai sistem lunar karena bulan yang paling gampang dipakai sebagai patokan waktu, karena bulan punya bentuk-bentuk yang terus berulang, dari purnama sampai sabit sampai purnama lagi, dan juga bentuk-bentuk bulan itu punya pengaruh tertentu pada alam, misalnya waktu purnama maka air paling pasang, dan lain-lain. Jadi bagi orang Tionghoa kuno yang pekerjaannya kebanyakan bersifat agraris dan maritim – petani, nelayan, dan sebagainya – penanggalan menurut bulan itu berguna bukan saja untuk tahu waktu tetapi juga untuk tahu kapan waktunya menanam dan menuai, kapan waktunya keluar laut dan kembali, dan seterusnya. Selain itu, setiap awal tahun Imlek selalu bertepatan dengan permulaan musim semi, dan dalam tafsiran orang Tionghoa sewaktu musim semi itu seakan alam semesta lahir kembali sesudah kematian selama musim dingin, maka awal tahun yang adalah awal musim semi ini menjadi waktu buat orang bersuka cita. Memang setelah zaman berkembang dan orang beralih dari agraria/maritim ke industri, orang sudah tidak lagi mendapat banyak manfaat dari penanggalan lunar, tetapi Imlek itu sendiri tetap dirayakan karena sudah menjadi tradisi dan bagian dari budaya orang Tionghoa, hanya saja makna-makna alam-nya berubah. Waktu-waktu untuk mencari nafkah dan kelahiran alam semesta itu akhirnya berubah jadi hoki, kemakmuran, kesehatan, dan seterusnya.
Bersambung ke bagian 2
Kamis, Januari 22, 2009
IMLEK - Bagian 1
Diposting oleh
Josh
di
00.33
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar