1. Jika Allah maha-hadir, maha-kuasa, maha-kasih, mengapa ada penganiayaan, penderitaan, kesusahan, pelecehan?
Pertanyaan ini secara klasik dikenal sebagai, dalam istilah Inggris, problem of evil, yaitu suatu problema yang mengkontraskan keberadaan dan sifat-sifat Allah yang maha-sempurna dengan kenyataan adanya evil atau kejahatan di dunia. Untuk seterusnya kata evil akan diterjemahkan menjadi "kejahatan", walau harus disadari bahwa pengertian evil dalam bahasa Inggris sesungguhnya lebih luas dari pengertian "kejahatan" dalam bahasa Indonesia.
Selanjutnya, pertanyaan ini juga menimbulkan banyak pertanyaan dan pemikiran sampingan, antara lain:
a. Karena kejahatan itu ada, sedangkan Allah yang sempurna tampaknya tidak dapat menyatu dengan fakta ini, maka dapat disimpulkan bahwa Allah tidak ada (mempertanyakan eksistensi Allah).
b. Jikalau kejahatan itu ada dan Allah juga ada, maka dapat disimpulkan bahwa Allah tidak maha-sempurna (mempertanyakan sifat dan reputasi Allah)
c. Jikalau kejahatan itu ada dan Allah ada dan Allah maha-sempurna, maka dapat disimpulkan Allah bukanlah pencipta (mempertanyakan karya pekerjaan Allah)
d. Jikalau kejahatan itu ada dan Allah mencipta segala sesuatu pada awalnya dengan sempurna, maka dapat disimpulkan bahwa setelah mencipta Allah lepas tangan dan tidak lagi ambil bagian dalam perjalanan sejarah ciptaanNya (mempertanyakan kepedulian Allah)
e. Jikalau Allah ada dan kesempurnaanNya kontra dengan kejahatan, maka dapat disimpulkan bahwa kejahatan yang kita lihat sesungguhnya tidak riil (mempertanyakan kenyataan kejahatan; kejahatan sebagai ilusi)
Isu-isu seperti di atas menambah kompleksitas pertanyaan yang telah diajukan, menunjukkan bahwa jawaban yang tuntas tidak dapat dengan mudah dan singkatnya disampaikan. Namun saat ini marilah kita memusatkan perhatian pada dua pertanyaan berikut di dalam upaya mengerti dan menjawab pertanyaan inti di atas. Kedua pertanyaan berikut saya rasa merupakan pemikiran yang paling sering timbul dari problema yang sedang kita bicarakan.
1) Jikalau Allah memang maha-sempurna dan Ia menciptakan alam semesta, mengapa dari yang Ia ciptakan terdapat kejahatan, yaitu ketidak-sempurnaan? Bukankah Allah yang sempurna seharusnya menciptakan segala sesuatu-nya dengan sempurna?
2) Jikalau Allah memang maha-kasih dan tetap bekerja di dunia sampai saat ini, dan Allah memang maha-kuasa sehingga dapat melakukan apa saja, mengapa Ia tidak bertindak terhadap kejahatan yang merajalela?
Bersambung ke bag 2
Selasa, September 29, 2009
MENJAWAB PERTANYAAN - PROBLEM OF EVIL - Bagian 1
Diposting oleh
Josh
di
23.25
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar