Minggu, Oktober 04, 2009

MENJAWAB PERTANYAAN - PROBLEM OF EVIL - Bagian 2

Sebagai jawaban, mari kita menelusuri butir-butir berikut.
a) Allah memang maha-sempurna, yang di dalamnya termasuk maha-kuasa, maha-kasih, dan sifat­-sifat lainnya yang "positif” dengan kualitas "maha". Ini merupakan iman kita sebagai orang Kristen, iman mana didasarkan pada kesaksian Alkitab.
b) Kejahatan itu ada dan riil dalam kehidupan di dunia ini. Ini suatu fakta yang bisa dibuktikan secara empiris. Cukup dengan membaca koran, mendengar berita, dan lain usaha serta melihat pengalaman hidup sendiri dan orang-orang di sekitar kita, kita dapat melihat fakta adanya kejahatan yang riil dan bukan ilusi.
c) Kejahatan bukanlah suatu benda atau makhluk, melainkan kejahatan harus dimengerti sebagai suatu sifat atau kualitas, yaitu kualitas "kurang dari sempurna." Segala yang kurang dari sempurna bisa kita katakan mempunyai sifat "jahat"; misalkan, bayi yang lahir cacat, kurang dari kesempurnaan seorang bayi normal, bisa dikatakan kejahatan; pemerkosaan, yaitu kurang kesempurnaan moral, termasuk kejahatan. Dari pengertian ini dapat disimpulkan bahwa kejahatan bukanlah sesuatu yang diciptakan, melainkan suatu kategori kualitas dari hal-hal yang diciptakan. Jadi, Allah tidak dapat dituduh sebagai pencipta kejahatan, atau sengaja menciptakan ketidaksempurnaan. Ini menjawab sebagian dari pertanyaan 1).
d) Bagian dari kesempurnaan karya cipta Allah adalah kehendak bebas yang sempurna yang diberikan dalam diri manusia, makhluk ciptaanNya yang terakhir dan paling tinggi. Kehendak bebas yang sempurna memungkinkan manusia secara bebas memilih di antara beberapa altematif. Tetapi justru dengan adanya kehendak bebas ini juga memungkinkan manusia untuk memilih yang kurang sempurna, yang tidak seharusnya dipilih. Tindakan inilah yang tergolong kejahatan. Jadi, kehendak bebas yang diciptakan Allah itu sempurna, tetapi kesempurnaan ini membuka peluang untuk memilih hal yang tidak sempurna, tindakan mana adalah ketidaksempurnaan, yaitu kejahatan itu sendiri. Pada waktu manusia pertama Adam dan Hawa memilih untuk makan buah pengetahuan baik dan jahat (pilihan yang tidak sempurna), dan dengan demikian memilih untuk melanggar pesan Allah (pilihan yang sempurna), maka pada saat itulah lahir kejahatan, bukan oleh ciptaan Allah, melainkan oleh pemakaian kehendak bebas yang sempurna yang dikaruniakan Allah bagi manusia. Dengan demikian kita sudah dapat menjawab pertanyaan 1) dengan tuntas. Allah tidak menciptakan kejahatan, dan Allah tidak menciptakan sesuatu yang pada mulanya mengandung kejahatan. Yang Allah ciptakan semuanya sempurna, termasuk kehendak bebas yang diberikan kepada manusia. Kejahatan timbul karena penyalahgunaan kehendak bebas yang asalnya sempurna itu.

Bersambung ke bag 3

Tidak ada komentar: