Rabu, Februari 13, 2008

DI MANAKAH LADANG TUHAN?

"Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai" ( Yohanes 4 : 35 )

Perkataan di atas diucapkan Tuhan Yesus sementara seorang wanita Samaria kembali ke kotanya dan mengajak seluruh penduduk untuk bertemu dengan sang Mesias. Yesus mengarahkan pandangan murid-muridNya kepada jiwa-jiwa di sekeliling mereka yang memerlukan keselamatan di dalam Dia. Apakah sekarang ini kita juga sedang berdiri di tengah ladang Tuhan? Adakah kita melihat dan mengasihi jiwa-jiwa yang terluka dan masih jauh dari Tuhan?

Pandanglah dunia sekarang ini. Masih banyak orang yang belum mendengarkan Injil atau belum menerima Yesus sebagai Juruselamat. Mereka tersebar di berbagai daerah, berasal dari berbagai suku dan bangsa, berbicara dalam berbagai dialek dan bahasa. Mereka menganut berbagai agama seperti Islam, Budha, Hindu, kepercayaan primitif, dan lain-lain. Mereka terjerat di dalam berbagai ajaran sesat seperti Mormonisme, Saksi-saksi Yehovah, Gereja Kristen Ilmu Pengetahuan (Christian Science), Scientology, dan sebagainya. Bahkan di dalam gereja sendiri terdapat ajaran-ajaran yang tidak Alkitabiah dan merusak kehidupan orang. Tetapi 2000 tahun yang lalu, Yesus mati di kayu salib juga untuk mereka semua. Dunia ini adalah ladang Tuhan.

Pandanglah orang-orang yang sering kita jumpai, baik di sekolah maupun di tempat kerja. Banyak orang di sekitar kita yang tidak percaya adanya Tuhan, tidak peduli akan Tuhan, atau bingung akan hal-hal rohaniah. Mereka mungkin pandai, bahkan mengajar di perguruan tinggi atau menjadi bos kita, tetapi mata rohani mereka dibutakan oleh kuasa kegelapan. Teman-teman kita mungkin tampak ramah dan sopan, namun Tuhan masih terus mengetuk pintu hati mereka tanpa pernah dibukakan dan dipersilahkan masuk. Orang-orang di sekitar kita mungkin kelihatan periang, tetapi di belakang pintu rumah dan kamar yang tertutup mungkin banyak dari mereka yang menderita karena dinodai, diperlakukan dengan tidak senonoh, disiksa fisik dan batin, ataupun kesepian. Mereka yang suka bercanda dengan kita mungkin sedang bergumul dengan pikiranpikiran yang kotor, rencana-rencana yang fatal, kesedihan karena ditolak atau ditinggalkan seseorang, ataupun amarah terhadap Tuhan. Mereka yang dekat dengan kita mungkin terjerat dalam pemakaian obat bius atau perbuatanperbuatan lain yang melanggar hukum. Banyak anak muda yang terkena pengaruhpengaruh buruk dari musik rock dan heavy metal, ataupun dari media yang lainnya. Mungkin ada yang baru mengalami hal yang menyedihkan, yang memerlukan perhatian dan kasih sayang kita. Kenalan kita mungkin adalah korban dari penganiayaan Satanisme, yang pernah menyaksikan korban-korban Satanisme, disiksa, atau dipaksa berpartisipasi di dalam berbagai kegiatan yang tidak wajar dan mengerikan. Banyak dari tragedi di atas dapat juga terjadi dalam hidup teman-teman di gereja. Adakah kita cukup sensitif untuk melihat lebih dalam dari sekedar kulit di luar, untuk melihat apa yang sedang terjadi di dalam hidup dan hati mereka? Mereka yang kita kenal adalah ladang Tuhan.

Pandanglah saudara-saudari kita dari Indonesia. Banyak yang datang ke Amerika tanpa tahu apa-apa, tidak dapat berbicara, tidak ada pekerjaan, tidak tahu bagaimana mencari sekolah, tidak punya banyak uang, tidak punya teman, dan kesepian. Bahkan mereka yang sudah beberapa lama berada di sini masih ada yang membutuhkan pertolongan, baik fisik maupun batin. Mereka membutuhkan uluran tangan kita. Masyarakat Indonesia adalah ladang Tuhan.

Seperti pada masa hidup Tuhan Yesus, kita sekarang berada di tengah ladang Tuhan. Kemana pun kita pergi dan siapa pun yang kita jumpai, baik dia itu kenalan kita atau orang asing, kita sedang melihat suatu ladang yang sudah menguning. Orang-orang di pedalaman, orang-orang di kota besar, teman kita sekelas, orang sekantor, saudara segereja, orang-orang di jalan yang tidak kita kenal,..... mereka semua adalah ladang Tuhan. Tidak ada satu tempat pun di mana kita tidak dapat melayani Tuhan, baik dengan mengabarkan Injil atau menyatakan kasih dan pengertian. Pertanyaannya adalah, apakah kita rela untuk memandang ladang Tuhan di sekitar kita dan turun tangan untuk bekerja?

Apa yang harus kita lakukan? Marilah kita menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan supaya Dia pakai. Marilah kita, dengan kuasa Roh Kudus, merubah cara hidup kita sehingga menyerupai kehidupan Tuhan kita Yesus Kristus. Marilah kita mulai memperhatikan orang lain, tidak hanya memikirkan kepentingan diri sendiri saja. Marilah kita menjadi terang dalam kehidupan orang di sekitar kita. Memang kita yang terbatas tidak mampu melakukan semua bentuk pelayanan, tetapi marilah kita datang ke hadirat Tuhan dan mencari tahu kehendakNya atas hidup kita, dan mendengarkan ke mana Dia ingin mengutus kita. Marilah kita menanggapi ajakan Tuhan, "Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai."

Catatan: Artikel ini ditulis pada 20/04/1991, ketika saya masih menimba ilmu di Amerika Serikat.

Tidak ada komentar: