Sabtu, Februari 16, 2008

KESAN-KESAN TAHUN 1990

Menjelang pergantian tahun, sering kali kita mengenang hal-hal yang kita sudah alami selama tahun yang hampir berlalu. Kita mengingat teman-teman kita, keluarga, dan pengalaman-pengalaman kita dengan mereka dan dalam sekolah, pekerjaan, dan lain-lain. Kadang-kadang kita juga mengambil pelajaran dari kesalahan-kesalahan kita supaya di tahun yang akan datang kita tidak lagi mengulangi hal yang lama. Menjelang habisnya tahun 1990 dan mulainya tahun 1991, saya pun mendapatkan kesempatan untuk mengenang beberapa hal saya lihat tahun ini. Dan saya ingin bagikan beberapa dari kenangan itu dengan saudara.

Saya merasa tahun 1990 adalah tahun yang paling berkesan bagi saya. Di tahun ini, saya dikaruniai Tuhan jabatan sebagai ketua Persekutuan Pemuda. Saya sangat bersyukur atas pelayanan ini, bukan saja karena tanggung-jawab ini memberikan peluang bagi saya untuk mengembangkan diri saya, tetapi juga karena dalam posisi ini saya boleh memperhatikan kehidupan dari banyak orang dan melihat tangan Tuhan membentuk mereka. Saya melihat banyak muda-mudi bertumbuh selama setahun ini. Banyak orang yang saya kenal di awal tahun sudah mengembangkan karakter-karakter yang lebih indah di akhir tahun. Hal ini sungguh membuat saya terkagum-kagum, karena semua ini membuktikan bahwa Tuhan sungguh bekerja di dalam hidup anak-anakNya. TanganNya sungguh seperti tangan seorang ahli kendi, yang membentuk gumpalan tanah liat dari tidak berbentuk menjadi kendi yang elok rupanya. Di tahun 1990 saya juga sempat menyaksikan beberapa orang yang menyerahkan dirinya untuk pelayanan full-time. Kejadian ini sungguh membuat hati saya melonjak dalam sukacita, karena saya sadar bahwa beberapa teman saya adalah orang yang sangat spesial di mata Tuhan, yang Dia panggil untuk menjadi hambaNya sepenuh hidup. Saya merasa bahwa untuk menjadi teman dari seorang yang spesial di mata Tuhan adalah suatu karunia yang besar.

Di samping itu, hati saya juga sangat bersuka ketika saya melihat betapa teman-teman saya muda-mudi sangat bertalenta dan rela berkorban demi pelayanan. Tahun ini saya tidak mempunyai kesempatan untuk mengikuti perayaan Natal di Amerika. Oleh karena itu, dua kali saya menyaksikan latihan drama gereja kita, dengan harapan supaya saya dapat melihat drama ini, walaupun saya tidak dapat mengikuti pementasan yang sebenarnya. Ketika saya duduk menonton, tiba-tiba saya menyadari betapa bertalentanya teman-teman yang berperan di atas panggung, dan betapa besar komitmen mereka untuk menghafalkan dan menghayati peranan mereka. Saya menyadari juga kemampuan yang Tuhan sudah berikan kepada orang-orang yang mengurus sound system, lighting, dan yang lainnya walaupun mereka tidak tampak di atas panggung. Dan kemudian, saya juga teringat akan rupa-rupa kegiatan yang muda-mudi GKI-LA sudah lakukan selama tahun 1990. Saya ingat drama yang diolah oleh muda-mudi pada waktu Paskah, teman-teman yang terlibat di dalam team untuk memimpin persekutuan pemuda menyanyi, anggota-anggota vocal group, dan lain-lain. Semua menunjukkan betapa muda-mudi gereja yang saya kenal selama ini sungguh bertalenta dan begitu rela melayani. Saya merasa terharu dan bangga untuk dapat mengenal dan bergaul dengan kalian semua.

Di tahun 1990 ini, saya melihat bagaimana Tuhan bekerja di gereja kita, bagaimana Tuhan ikut campur dalam kehidupan teman-teman saya untuk menjamah, menguatkan, dan memanggil mereka. Saya sungguh mengucap syukur kepada Tuhan karena Ia telah menempatkan teman-teman sekalian di sekitar saya, sehingga saya boleh menyaksikan kasih dan pekerjaan Tuhan yang indah. Bersekutu, melayani, dan berteman dengan kalian adalah suatu pengalaman yang tidak terlupakan. Segala puji hanya untuk Tuhan. Haleluya, amin!

nb: Selamat hari Natal dan Tahun Baru kepada teman-teman sekalian, muda-mudi GKI-LA.

Catatan: Artikel ini saya tulis di akhir tahun 1990. Ketika itu saya masih berada di Amerika Serikat, dan selama di sana saya beribadah dan melayani di GKI Lake Avenue (GKI-LA), sebuah gereja berbahasa Indonesia yang pada waktu itu digembalai oleh Pdt. Bob Jokiman dan masih meminjam tempat di Lake Avenue Congregational Church di Pasadena, Los Angeles. Keterlibatan saya di gereja ini telah menumbuhkembangkan kerohanian saya selama di perantauan.

Tidak ada komentar: