Senin, Februari 25, 2008

SADARKAH ANDA?

Kebanyakan kita adalah murid atau karyawan. Hidup kita serasa suatu rutin yang terus berulang setiap hari. Pagi kita bangun (atau siang, jikalau kita bukan orang pagi), lalu mandi dan makan. Kemudian kita pergi ke sekolah atau ke tempat kita bekerja. Sorenya, kita pulang. Kita makan malam, santai sebentar, lalu tidur. Esok hari, rutin yang sama terulang lagi, kecuali kalau hari Sabtu atau Minggu. Saya rasa, hidup kita kebanyakan seperti skenario di atas.

Di dalam rutin ini, sering kita lupa untuk berhenti sejenak. Bukan berhenti untuk mencium harumnya bunga atau menghirup udara yang sudah terkena polusi (apalagi di LA ini), tetapi untuk berpikir...berpikir mengenai suasana rohani di sekitar kita, berpikir mengenai jiwa-jiwa yang hilang, berpikir mengenai pengaruh ajaran-ajaran yang tidak benar yang menarik banyak orang jauh dari Tuhan kita.

Ambillah sebagai contoh, pengalaman saya beberapa waktu yang lalu. Waktu saya mengunjungi beberapa toko, mata saya melihat selebaran-selebaran dadu dengan judul "Are you curious about yourself? Free Personality Test enclosed". Demi memuaskan rasa ingin tahu, saya mengambil satu lembar. Ternyata, selebaran ini berisi sebuah survey dengan 200 pertanyaan, yang dirancang untuk mengevaluasi kepribadian kita. Kita dapat menjawab semua pertanyaan ini, lalu mengirimkan jawabannya ke suatu tempat, di mana jawaban itu akan dinilai dan kepribadian kita ditentukan. Ketika saya membaca lebih lanjut, saya jadi terkejut, karena penerbit dari survey ini ternyata adalah Scientology.

Saya tidak tersinggung jikalau ada sebuah survey yang berisikan 200 pertanyaan, yang ditujukan untuk mengevaluasi kepribadian kita, tersebar di berbagai tempat umum. Yang saya sayangkan adalah penerbitnya, yaitu Scientology. Kepercayaan ini didirikan oleh L. Ron Hubbard, seorang penulis cerita fiksi. Buku pegangannya berjudul Dianetics. Mungkin anda pernah melihat reklame buku ini di televisi atau di papan reklame di jalanan maupun di bus umum. Scientology mengatakan bahwa manusia berasal dari suatu ras ilahi (disebut thetan), yang datang ke bumi. Mereka mengalami proses reinkarnasi, dan dalam setiap reinkarnasi mereka tidak mengingat kehidupan mereka yang sebelumnya. Tetapi tanpa disadari, hal-hal buruk yang terjadi dalam kehidupan sebelumnya tertanam dalam pikiran mereka, dan ini menghambat kemajuan rohani mereka. Melalui Scientology, mereka dapat mengikuti semacam terapi yang dapat membebaskan mereka dari hambatan ini, sehingga mereka dapat kembali menjadi thetan. Terapi-terapi Scientology sangat mahal harganya. Seseorang harus menghabiskan banyak sekali uang supaya dia bisa terbebas. Hal ini mencekik orang-orang yang mengira bahwa cara-cara Scientology adalah mujarab, sedangkan agama ini sebenarnya adalah agama fiksi. Mudah sekali bagi Scientology untuk menjerat orang yang sedang bingung dan yang merasa tidak srek (secure) dengan dirinya sendiri.

Jikalau anda suka menonton televisi, mungkin anda sudah pernah melihat sebuah reklame yang indah sekali. Dilihat bagian depannya, reklame ini kelihatan seperti reklame Kristen yang sedang menawarkan Alkitab atau sebuah buku rohani. Tetapi belakangan, yang ditawarkan adalah Book of Mormon. Yang lebih menarik lagi, reklame ini memberikan sebuah toll-free number, dan dengan menelepon nomor ini, anda dapat memperoleh buku ini dengan gratis. Sebenarnya, ajaran Mormon dan Book of Mormon bertentangan dengan Alkitab. Mormon mengajarkan antara lain bahwa ada banyak allah, Yesus tidak dilahirkan oleh seorang perawan, dll. Book of Mormon, yang mereka anggap setara dengan Alkitab, mengandung banyak hal yang tidak masuk akal, kontradiksi, ajaran-ajaran yang bertentangan dengan ajaran Alkitab, bahkan jiplakan. Reklame Book of Mormon menyebarkan ajaran yang sesat dan menipu. Tetapi bagi orang yang tidak tahu, mereka akan menerima tawaran reklame ini, mengangkat telepon dan memesan satu buku. Bahkan orang Kristen yang tidak tahu mengenai ajaran Mormon, mereka juga mungkin tertarik. Akibatnya, mereka disesatkan oleh ajaran yang tidak berasal dari Allah.

Satu lagi kepercayaan sesat yang sedang meluas adalah New Age Movement. Jikalau anda perhatikan di toko-toko buku seperti B. Dalton dan Walden Book, .sekarang banyak dijual buku-buku dengan topik New Age seperti astrology, chanelling (cara-cara menghubungi roh halus), dll. Ada juga toko buku New Age, yang agaknya lebih lama bukanya daripada toko-toko buku Kristen. Toko-toko kaset juga sekarang mempunyai bagian khusus untuk lagu-lagu New Age. Bahkan belum lama yang lalu, pernah diadakan eksperimen di antara anak-anak sekolah di Amerika untuk memakai teknik-teknik okultisme / gaib (occultic) di dalam mereka belajar. Eksperimen ini diadakan untuk melihat apakah teknik-teknik ini dapat membantu mereka di dalam pelajaran mereka, walaupun sebenarnya ini menjerumuskan generasi yang akan datang ke tangan Setan. Sekarang juga ada psychic hot line, di mana orang bisa berkonsultasi dengan seorang psychic (cenayang atau peramal) melalui telepon. Dan tempat ramal sekarang sudah berkembang di mana-mana. Orang yang tidak tahu akan bahaya dari praktek-praktek New Age dapat dengan mudahnya terperangkap di dalam kegiatan-kegiatan okultisme yang ditentang oleh Allah.

Semua hal di atas adalah contoh dari gejala kebobrokan rohani yang ada di sekitar kita. Sadarkah kita bahwa orang-orang yang terlibat dengan ajaran-ajaran sesat seperti di atas adalah orang-orang yang tidak mempunyai keselamatan di dalam Yesus? Sadarkah kita bahwa mereka semua sedang menuju ke Neraka? Sadarkah kita akan kerusakan rohani yang mengancam generasi yang akan datang? Sadarkah kita akan hal yang patut kita lakukan sebagai orang Kristen, yaitu mengabarkan Injil Kristus kepada keluarga dan teman-teman kita, membawa mereka kepada Allah yang menyelamatkan dan kebenaranNya yang murni?

Mungkin ada di antara kita yang berkata, "Saya tidak tahu banyak tentang ajaran sesat. Bahkan, saya tidak tertarik dengan hal-hal semacam itu!" Tapi ini bukan alasan buat kita untuk tidak memperhatikan teman-teman dan keluarga kita yang terperangkap. Kita tidak perlu tahu banyak mengenai Mormon atau Jehovah Witnesses atau Scientology atau New Age. Yang kita perlu lakukan adalah mempelajari Firman Tuhan, sehingga kita sendiri tahu dan mengerti kebenaran-kebenaran Alkitab. Jikalau kita mengerti ajaran Alkitab, kita akan dapat menguji segala ajaran yang kita dengar dan tahu apakah itu sesuai dengan Alkitab atau tidak. Tanpa mendalami pelbagai kepercayaan sesat, kita dapat menyampaikan kebenaran kepada orang-orang yang tertipu dan membawa mereka kepada Kristus. Ingatlah ilustrasi ini: Seorang pegawai bank tidak mempelajari bagaimana cara untuk mengenali uang palsu. Yang dia lakukan adalah mempelajari ciri-ciri uang yang asli. Dengan mengetahui uang asli, dia dapat dengan cepat mengenali uang palsu, karena uang palsu mempunyai ciri-ciri yang lain dengan uang asli. Demikian juga dengan kita. Kita perlu mengetahui kebenaran Allah, sehingga kapan saja kita mendengar keluarga atau teman kita bercerita tentang kepercayaannya yang lain dengan ajaran Alkitab, kita dapat memberitakan Kristus yang benar kepada dia dan membawa dia kepadaNya. Pertanyaannya sekarang adalah: Sadarkah kita akan perlunya mempelajari Alkitab dengan serius? Sadarkah kita akan orang-orang yang jauh dari kebenaran? Sadarkah kita?

Bibliography

Larson, Bob. Larson's Book of Cults. Wheaton: Tyndale House Publishers, 1986
Martin, Walter. The Kingdom of the Cults. Minneapolis: Bethany House Publishers, 1985

Catatan: Tulisan ini saya selesaikan pada 20 Juli 1990. Banyak pengamatan dalam artikel ini relevan untuk tahun 1990 di Los Angeles, Amerika Serikat, tempat dimana artikel ini saya tulis, tetapi pesan intinya saya kira tetap relevan sampai kapan pun di mana pun.

Tidak ada komentar: