Hari sudah malam ketika Yesus dan kedua-belas muridNya makan bersama-sama di sebuah ruang atas. Lalu Yesus bangkit, menanggalkan jubahNya, mengikat sehelai kain lenan pada pinggangNya, lalu mulai membasuh kaki murid-muridNya dan menyekanya dengan kain yang di pinggangNya. Yesus berkata:
“Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu,
maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan
suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang
telah Kuperbuat kepadamu.”
Setelah Yudas Iskariot pergi dari pertemuan itu, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-muridNya sambil berkata:
“Inilah tubuhKu yang telah diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi
peringatan akan Aku.”
Lalu Ia mengangkat cawan, mengucap syukur dan memberikannya kepada mereka:
“Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darahKu, yang ditumpahkan
bagi kamu.”
Selanjutnya, Yesus mengucapkan kata-kata perpisahan dengan murid-muridNya.
“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang
datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
“Damai sejahtera kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberikan
kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan
oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”
“Inilah perintahKu kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”
Roh Kuduspun dijanjikan.
“Dan kalau Ia [Roh Kudus] datang, Ia akan menginsafkan dunia akan
dosa, kebenaran dan penghakiman.
“Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin
kamu ke dalam seluruh kebenaran.”
Kemudian Yesus menengadah ke langit dan memanjatkan doa:
“Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah AnakMu, supaya AnakMu
mempermuliakan Engkau. Sama seperti Engkau telah memberikan
kepadaNya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan
memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau
berikan kepadaNya. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa
mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan
mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Aku telah
mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan
yang Engkau berikan kepadaKu untuk melakukannya. Oleh sebab itu,
ya Bapa, permuliakanlah Aku kepadaMu sendiri dengan kemuliaan
yang Kumiliki di hadiratMu sebelum dunia ada.”
“Kuduskanlah mereka [murid-murid Yesus] dalam kebenaran; firmanMu
adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam
dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia.”
Malam sudah semakin larut. Yesus dan murid-muridNya keluar dari kota Yerusalem, lalu pergi ke taman Getsemani. Dengan hati yang pedih, sementara murid-muridNya tertidur, Yesus berdoa:
“Ya BapaKu, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini daripadaKu;
tetapi bukanlah kehendakKu, melainkan kehendakMulah yang terjadi.”
Tiba-tiba datanglah serombongan orang, lengkap dengan pedang dan pentung. Yudas Iskariot mendekati Yesus dan menciumNya, sebagai tanda bagi orang-orang itu untuk menangkap Gurunya. Maka mereka memegang Yesus dan menangkapNya. Seorang dari antara murid-murid Yesus menghunus pedangnya dan menetakkannya pada telinga kanan hamba Imam Besar, yang saat itu ada di sana. Tetapi Yesus menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya. Maka semua murid-murid Yesus melarikan diri, meninggalkan Yesus sendiri.
Adakah kita, sebagai pengikut-pengikut Yesus, mengasihi dan melayani satu dengan yang lain?
Adakah kita menjaga kekudusan dengan Firman Allah, di bawah penerangan Roh Kudus?
Adakah kasih dan pengorbanan Yesus kita kenang dan hayati selalu?
Baca: Mat. 26:17-29, 35-56; Mrk. 14:12-25, 32-52; Luk. 22:7-30, 39-51; Yoh. 13:1-17, 21-30; 14:1-31; 15:1-11; 16:7-15; 17:1-26; 18:1-13
Kamis, Maret 20, 2008
2000 TAHUN YANG LALU - KAMIS
Diposting oleh
Josh
di
08.57
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar