Yesus kembali lagi ke Bait Allah di Yerusalem dan mengajar orang banyak. Pada suatu kesempatan, imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi datang kepadaNya dan mempertanyakan sumber otoritasNya. Yesus mencela mereka dan kaum Farisi dengan menceritakan perumpamaan tentang dua orang anak, penggarap-penggarap kebun anggur, dan perjamuan kawin. Yesus kemudian menjawab pertanyaan pengikut-pengikut Farisi dan orang-orang Herodian tentang pembayaran pajak kepada Kaisar Romawi. Dia juga menjawab pertanyaan orang Saduki tentang kebangkitan. Menjawab orang-orang Farisi tentang hukum yang terutama, Yesus berkata:
“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan
dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.”
“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
Yesus mengecam ahli-ahli Taurat dan kaum Farisi dengan keras, membongkar kepalsuan mereka dan menyatakan kecelakaan mereka. Tetapi kepada janda miskin yang hanya memberikan 2 peser persembahan, Ia berkata:
“Sesungguhnya janda miskin ini memberikan lebih banyak dari pada
semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.
Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini
memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu
seluruh nafkahnya.”
Menangggapi orang-orang Yunani yang sedang mencari diriNya, Yesus berkata:
“Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan. Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan
mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan
menghasilkan banyak buah.”
Di atas Bukit Zaitun, Yesus memberikan pengajaran dan nubuat tentang apa yang akan menimpa Yerusalem dan yang akan terjadi di akhir zaman serta kedatanganNya yang kedua kali, penuh dengan kuasa dan kemuliaan.
Atas semua yang Yesus sudah ajarkan dan lakukan selama sekitar tiga setengah tahun pelayananNya, imam-imam kepala dan tua-tua Israel berkumpul dan berencana untuk menangkap dan membunuh Yesus.
Adakah kita mengasihi Tuhan dan sesama sebagaimana yang Yesus inginkan?
Adakah hidup kita berpusatkan pada Yesus, ataukah kita hidup dalam kepalsuan dan kemunafikan?
Adakah kita memberikan seluruh diri kita kepada Yesus, yang rela memberikan hidupNya untuk kita?
Adakah kita siap untuk menyambut kedatangan Tuhan kita yang kedua kali?
Baca: Mat. 21:23-41; 22:1-46; 23; 24:1-42; 25:1-46; 26:1-5, 14-16; Mrk. 11:27-33; 12:1-9, 13-44; 13:1-37; 14:1-2, 10-11; Luk. 20:1-47; 21:1-36; 22:1-6; Yoh. 12:20-50
Selasa, Maret 18, 2008
2000 TAHUN YANG LALU - SELASA / RABU
Diposting oleh
Josh
di
08.42
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar