Jumat, Maret 07, 2008

APA YANG SEDANG TERJADI DI INDONESIA?

Bulan Desember tahun lalu, saya kembali ke Indonesia untuk liburan Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ini memberikan kesempatan bagi saya untuk kembali melihat Jakarta. Banyak sekali perubahan yang menarik, hasil karya pembangunan yang berjalan pesat. Jakarta menjadi semakin ramai dengan pelbagai pusat perbelanjaan dan jalan-jalan tol.

Tetapi bukan pembangunan secara fisik saja yang sedang berlangsung di Indonesia. Keadaan kerohanian, khususnya di bidang agama Kristen, juga mengalami banyak perubahan. Misalnya, 3 tahun yang lalu, saya tidak banyak mendengar tentang persekutuan-persekutuan yang diadakan di luar gereja. Sekarang, persekutuan semacam itu sudah banyak di Jakarta. Saya sempat mengunjungi satu dari mereka. Pertemuan ini memakai nyanyian-nyanyian Kristen yang kontemporer, diiringi oleh alat-alat musik yang moderen, dan mempunyai pemimpin-pemimpin nyanyi yang bersemangat dan emosional. Semua ini menciptakan suasana yang sangat berbeda dengan kebanyakan gereja-gereja GKI, dan suasana yang baru ini memikat banyak pengunjung. Dari sekilas pandang, tampak bahwa pekerjaan Tuhan di Indonesia sangat berhasil, terbukti dengan banyaknya persekutuan dan orang-orang yang berminat untuk datang. Tetapi apakah benar demikian? Saya pribadi meragukan hal ini.

Saya akan menerangkan keraguan saya. Selama saya berada di Jakarta, saya sempat mengunjungi beberapa toko buku Kristen. Di sana saya melihat terjemahan dari buku-buku karangan Kenneth Hagin. Tahukah saudara siapa Kenneth Hagin ini? Dia adalah salah seorang yang mengajarkan ajaran "Positive Confession," suatu ajaran sesat yang berkedok Kristen. Dia mengajar dalam nama Kristus, tetapi ajarannya tidak sesuai dengan isi Alkitab. Misalnya, di dalam salah satu bukunya, Authority of the Believer (Wewenang Orang Beriman), dia menulis, "Dalam tahun 1952 Kristus muncul dalam pemandangan khayalku. Pada akhir penglihatan itu saya melihat suatu roh jahat datang menyelinap di antara saya dengan Yesus. Roh jahat itu membentangkan semacam awan hitam antara saya dengan Yesus sehingga saya tidak bisa lihat Yesus lagi. Lalu roh jahat itu mulai meloncat-loncat sambil menjerit-jerit dengan suara keras... Saya tidak mengerti mengapa Yesus membiarkan roh iblis itu berbuat semaunya saja... Lalu akhirnya saya berkata kepada roh itu, "Saya perintahkan kau, wahai roh jahat, untuk menutup mulutmu, di dalam nama Yesus Kristus!" Ketika saya berucap demikian roh jahat itu menggeletak di atas tanah... Kemudian Yesus berkata, "Kalau kau tidak berbuat sesuatu dalam hal ini, maka Aku pun tidak mungkin berbuat apa-apa juga."" Di sini Hagin menulis perkataan Yesus bahwa Ia tidak berkuasa untuk mengusir roh jahat, dan gangguan yang mereka alami tidak akan pergi kalau Hagin tidak mengusir roh itu. Dengan kata lain, Hagin mengajarkan bahwa Tuhan kita tidak maha kuasa, padahal Alkitab mengajarkan, "KepadaKu [Yesus] telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi" (Mat. 28:18). Penglihatan yang Hagin dapatkan tidak mungkin berasal dari Tuhan Yesus sendiri, karena Yesus tidak pernah berubah (Maleakhi 3:6), jadi sekali Dia maha kuasa, Dia akan tetap maha kuasa.

Selain itu, seorang yang bernama Benny Hinn (dari Amerika) juga mengadakan beberapa kali kebaktian penyembuhan ilahi di Jakarta. Kelihatannya dia juga populer di sana. Padahal, seperti Hagin, dia mengajarkan ajaran-ajaran yang sesat dengan memakai nama Kristen. Misalnya, dia mengatakan bahwa kita bukan saja manusia, tetapi juga adalah Allah. Ini bertentangan dengan ajaran Alkitab, "Bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku" (Yes. 46:9).

Di tengah pertumbuhan keKristenan yang pesat di Indonesia, masuk juga ajaran-ajaran yang sesat. Mungkin orang dapat mengatakan bahwa kebangunan rohani sudah datang di tanah air. Tetapi jikalau kita meneliti hal ini dengan lebih seksama, kita akan melihat bahwa jalan menuju kehancuran doktrin yang Alkitabiah sudah mulai dibangun. Saya kuatir beberapa tahun yang akan datang kita bukannya melihat masyarakat Indonesia yang sudah dimenangkan untuk Kristus, melainkan kita melihat orang-orang yang menyangka dirinya Kristen padahal memegang kepercayaan yang tidak sesuai dengan Alkitab. Kita harus berbuat sesuatu, terutama kita yang akan kembali dan tinggal di tanah air. Selama di Amerika, ada banyak kesempatan dan fasilitas untuk mempelajari kebenaran Alkitab yang murni dan pelbagai ajaran sesat. Marilah kita pakai kesempatan ini, sehingga setelah kembali ke tanah air, kita dapat menolong saudara/i kita yang rohaninya sedang terseret ke jalan yang mencelakakan.

Catatan: Saya tidak ingat kapan tepatnya artikel ini ditulis. Tetapi kalau dihitung dari rujukan waktu "3 tahun yang lalu", kemungkinan di tahun 1988 atau 1989. Kajian ajaran Kenneth Hagin dan Benny Hinn dalam artikel ini relevan pada waktu itu, tetapi setelah itu apakah ada perubahan ajaran mereka saya tidak mengikutinya lagi. Namun bahwa ajaran Positive Confession, Prosperity Gospel, dan semacamnya merupakan ajaran yang tidak Alkitabiah, itu tetap saya percaya sampai sekarang.

Tidak ada komentar: