Kita sudah melihat bahwa seluruh Alkitab telah diturunkan kepada kita dengan tepat. Di dalam 2 bagian yang akan datang, kita akan melihat apakah Alkitab memuat Firman Allah atau hanya buah pikiran manusia. Penemuan-penemuan Arkeologi Mendukung Alkitab Penemuan-penemuan arkeologi membuktikan bahwa catatan sejarah di dalam Alkitab adalah benar dan tepat. Banyak dari peristiwa dan tokoh yang disinggung oleh Alkitab, bahkan sampai hal-hal yang ada pada sekitar 1500 BC (misalnya, Abraham, Ishak, Yakub, dll), telah dinyatakan sebagai fakta oleh ilmu arkeologi. Berikut ini adalah beberapa contoh: Semua penemuan arkeologi ini membuktikan bahwa Alkitab mencatat peristiwa yang benar-benar terjadi. Kesimpulannya, Alkitab tidak berisikan dongeng, melainkan fakta. Alkitab Diilhamkan Oleh Allah Kenyataan bahwa Alkitab mencatat fakta sejarah tidak berarti bahwa Alkitab adalah Firman Allah. Pengilhaman Alkitab oleh Allah dibuktikan oleh nubuat-nubuat yang tercatat di dalam buku ini dan penggenapan mereka. Alkitab mencatat banyak sekali nubuat atas kerajaan-kerajaan, tokoh-tokoh, dll. Salah satu kelompok nubuat yang akan kita lihat sekarang adalah nubuat PL mengenai Juruselamat dunia. Perjanjian Lama mencatat 61 nubuat pokok tentang sang Mesias. Semuanya ini tergenapi di dalam diri 1 orang, yaitu Yesus dari Nazaret. Berikut ini adalah beberapa contoh: Nubuat-nubuat ini tidak mungkin tergenapi secara kebetulan, mengingat bahwa PL ditulis selama 1000 tahun, oleh banyak pengarang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Lebih lagi, Yesus sebagai manusia tidak berkuasa untuk sengaja menggenapi banyak dari nubuat-nubuat ini, misalnya tempat lahir, cara Ia dikhianati, dll. Di dalam artikelnya dalam majalah Science Speaks, seorang bernama Peter Stoner menghitung bahwa kemungkinan bagi 1 orang untuk hidup sampai sekarang dan menggenapi 8 dari 61 nubuat di atas di dalam dirinya adalah 1 dalam 1017. Situasi ini serupa dengan menandai satu dari 100000000000000000 uang keping, lalu menutupi mata seseorang dan menyuruh dia mengambil kepingan itu dalam 1 kali usaha. Untuk menggenapi 48 nubuat, kemungkinannya adalah 1 dalam 10157. Tetapi Yesus menggenapi semua 61 nubuat di dalam diriNya. Hal ini tidak mungkin terjadi secara kebetulan. Alkitab juga memuat banyak nubuat mengenai negara, peristiwa, dll. Banyak dari nubuat ini telah digenapi. Misalnya, di dalam kitab Yehezkiel 26, Alkitab menubuatkan kejatuhan Kerajaan Tirus dengan sangat seksama. Alkitab menubuatkan bahwa: Selain dari nubuat terhadap Kerajaan Tirus, Alkitab juga bernubuat tentang Sidon, Samaria, Gaza-Askelon, dll. Penggenapan dari semua nubuat Alkitab tidak mungkin terjadi secara kebetulan. Dan mustahil bagi manusia untuk mencatat nubuat-nubuat setepat ini tanpa ilham dari Allah, karena hanya Allah saja yang dapat tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari. Semua nubuat Alkitab dan penggenapannya membuktikan bahwa Alkitab diilhamkan oleh Allah. Akhirnya, Alkitab terbukti sebagai Firman Allah karena is mempunyai kuasa untuk merubah hidup manusia. Banyak orang sudah berubah karena mereka membaca Alkitab. Bahkan di abad ke-20 ini, kuasa Alkitab tetap aktif di dalam membawa orang kepada keselamatan di dalam Yesus Kristus dan hidup yang berkelimpahan. Fakta ini membuktikan bahwa Alkitab berisikan Firman Allah, yaitu satu-satunya kebenaran yang dapat mencelikkan mata rohani yang buta. Sampai di sini, kita sudah melihat bahwa Alkitab yang kita miliki sekarang serupa dengan aslinya, dan bahwa Alkitab berisikan Firman Allah, bukan buah pikiran manusia. Berikutnya, kita akan menyelidiki apakah Alkitab memuat seluruh kebenaran yang Allah ingin berikan kepada kita, bukan hanya sebagian saja. Kanon Alkitab dan Buku-buku Apokrip Banyak orang mengatakan bahwa Alkitab hanya berisikan sebagian dari Firman Allah. Orang-orang seperti ini sering kali mereferensi buku-buku yang disinggung di dalam Alkitab, namun tidak termasuk di dalam Alkitab sendiri. Misalnya, Kitab Jasher atau Kitab Orang Jujur, yang disinggung di dalam Kitab Yosua 10:13, dan beberapa buku yang lainnya. Apakah Alkitab yang kita miliki sekarang sungguh tidak lengkap? Mengapa kita hanya menerima 66 buku, sedangkan ada banyak buku-buku lainnya? Memang banyak buku-buku kuno Yahudi lainnya yang tidak dimasukkan ke dalam Alkitab Protestan. Buku-buku ini disebut Apokrip. Ada buku-buku apokrip untuk PL dan ada pula apokrip untuk PB. Kumpulan buku yang diterima oleh Kristen Protestan disebut kanon Alkitab. Buku-buku PL kita sebenarnya sudah sejak dulu diterima oleh orang-orang Yahudi sebagai Kitab Suci mereka. Kemudian, kanon ini disahkan di dalam suatu rapat di suatu tempat yang bernama Jamnia, pada sekitar tahun 90 AD. Sudah jelas orang-orang Yahudi adalah yang paling mengetahui buku-buku mana yang berisikan Firman Allah, karena buku-buku ini berasal dari kalangan mereka sendiri. Dan karena PL kita sama dengan Kitab Suci mereka, berarti PL kita mengandung seluruh kebenaran Allah. Orang Yahudi tidak menerima satu pun buku apokrip sebagai Firman Allah. Hal ini dikarenakan buku-buku tersebut: Beberapa contoh buku-buku apokrip PL (dalam bahasa Inggris) adalah: I/II Esdras, Tobit, Judith, Addition to Esther, the Wisdom of Solomon, Ecclesiasticus, Baruch, Bel and the Dragon, the Song of the Three Hebrew Children, Prayer of Manasseh, I/II Maccabees, dll. Kelompok buku yang diterima sebagai PB oleh Kristen Protestan juga telah diterima oleh Bapak-bapak Gereja sepanjang abad. Kanon ini diterima karena: Buku-buku apokrip PB ditolak karena mereka tidak memenuhi persyaratan di atas. Juga, beberapa dari mereka mengandung cerita-cerita mistik, jiplakan, maupun ajaran-ajaran sesat. Beberapa contoh (dalam bahasa Inggris) adalah: the Gospel of Thomas, the Gospel of the Ebionites, the Gospel of Peter, Protevangelium of James, the Gosple of Egyptians, Arabaic Gospel of Childhood, the Gospel of Nicodemus, the Gospel of Joseph the Carpenter, the History of Joseph the Carpenter, the Passing of Mary, the Gospel of Nativity of Mary, the Gospel of Pseudo-Matthew, the Gospel of the Twelve, the Gospel of Barnabas, the Gospel of Philip, dll. Dari diskusi di atas, jelaslah bahwa buku-buku kuno lain selain yang termasuk di dalam Alkitab tidak layak untuk diterima sebagai Firman Allah. Alkitab, sebagaimana yang kita kenal sekarang, memuat seluruh pesan yang Allah ingin sampaikan kepada kita, bukan hanya sebagian saja. Artikel ini sudah secara singkat menunjukkan bahwa Alkitab dapat dipercaya sebagai Firman Allah yang murni dan lengkap. Harap diperhatikan bahwa artikel ini tidak memuat seluruh informasi yang tersedia di dalam mendiskusikan topik-topik di atas. Anda sebagai pembaca mungkin masih mempunyai banyak pertanyaan yang belum terjawab. Oleh karena itu, saya menganjurkan anda untuk membaca buku-buku referensi yang tercantum di akhir artikel ini. Semoga artikel yang singkat ini dapat menguatkan iman anda dan mendorong anda untuk lebih menyelidiki kebenaran Alkitab. Referensi McDowell, Josh. Evidence That Demands A Verdict. San Bernardino: Here's Life Publisher, 1979. Catatan: Tanggal penulisan artikel ini tidak tercatat.
Stewart, Don. The Bible. Ed. Josh McDowell. San Bernardino: Here's Life Publisher, 1983.
Selasa, Januari 29, 2008
ALKITAB – bag 2
Diposting oleh
Josh
di
19.43
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar