Selasa, Januari 29, 2008

KINGDOM OF HEAVEN – Sebuah Analisa Bagi Guru Sekolah Minggu - bag 2

Observasi dan perbandingan dengan sejarah

  1. Raja Yerusalem yang di-film-kan adalah Baldwin IV, yang memerintah Yerusalem antara 1174-1185. Ia memang seorang kusta, mempunyai adik perempuan bernama Sibylla, yang menikah dengan Guy of Lusignan. Dalam masa pemerintahannya ada perdamaian antara kekuatan Kristen dan Islam di Yerusalem, tetapi Guy tidak sejalan dengan perdamaian ini, dan Sibylla (berbeda dari yang di-film-kan) mendukung Guy. Menjelang akhir hidupnya Baldwin IV dan Guy berselisih, sehingga walaupun Guy seharusnya dapat menggantikan Baldwin IV menjadi raja, Baldwin IV menunjuk Baldwin V (waktu itu masih berusia 5 tahun), yang adalah anak Sibylla dari pernikahan sebelumnya, untuk menggantikannya. Setelah Baldwin IV meninggal (1185), Baldwin V menggantikannya, tetapi hanya bertahan 1 tahun karena ia pun meninggal di tahun 1186. Setelah itu Sibylla diangkat menjadi ratu, dan melaluinya Guy suaminya menjadi raja. Film ini tidak menceritakan Baldwin V, melainkan menggambarkan Baldwin IV langsung digantikan oleh Sibylla dan Guy.
  2. Guy dan Raynald memang menentang kekuatan Islam dan perdamaian dengan mereka. Keduanya adalah orang-orang yang datang dari Eropa ke Yerusalem demi mencari keuntungan, tanpa mempedulikan situasi politik yang ada waktu itu. Tokoh Tiberias memang faktual, tetapi aslinya bernama Raymond III yang adalah keponakan Baldwin IV, seorang petinggi Kerajaan Yerusalem dan penasehat Baldwin IV (dan kemudian Baldwin V), dan ia memang mendukung perdamaian dengan Islam. Kedua pihak ini, Raymond III vs Guy/Raynald, mewujudkan pertentangan antara pro dan kontra perdamaian antara kekuatan Kristen dan Islam di Yerusalem waktu itu.
  3. Balian adalah tokoh faktual, tetapi tidak sebagaimana yang di-film-kan. Sejarah mengenalnya sebagai Balian of Ibelin, seorang ksatria dan pembesar di Yerusalem di abad 12 (hidup sekitar 1134-1193), tetapi tidak menyebut bahwa ia adalah seorang tukang besi dari Perancis. Ayahnya bernama Barisan (bukan Godfrey) dan adalah pendiri klan Ibelin. Klan Ibelin sudah lama menetap di Yerusalem, dan termasuk penduduk lama dibanding dengan banyak pendatang baru di masa itu (misalnya Guy dan Raynald). Mereka mendukung Raymond III (pro perdamaian) dan menentang Guy (yang kon perdamaian), mendukung pengangkatan Baldwin V, dan akhirnya Balian terpaksa mendukung Guy ketika Baldwin V meninggal, dan menjadi penasehat Guy (kakak Balian tidak mendukung Guy). Balian dan Sibylla memang bersatu untuk mempertahankan Yerusalem, tetapi sejarah tidak mencatat bahwa mereka membina hubungan asmara. Bahkan Balian menikah dengan ibu tiri dari Sibylla, yaitu Maria Comnena. Sibylla sendiri sebelumnya pernah jatuh cinta pada kakak Balian, yaitu Baldwin of Ibelin (tokoh ini tidak ada dalam film ini), sehingga Balian yang di-film-kan memadu asmara dengan Sibylla sebenarnya adalah tokoh paduan antara Balian dengan kakaknya Baldwin. Balian bukan berasal dari Perancis, walaupun Raja Richard memang pernah mengunjungi Balian di Perancis, sebagaimana ditayangkan di akhir film. Balian juga tidak kembali ke Perancis bersama Sibylla, melainkan mengungsi ke Tripoli setelah kejatuhan Yerusalem. Dalam film ini Balian digambarkan sebagai seorang muda, tetapi Balian dalam sejarah mungkin lebih cocok usianya seperti tokoh Godfrey dalam film ini untuk masa sejarah yang di-film-kan.
  4. Saladin (1137-1193) adalah pemimpin kekuatan Islam di masa Perang Salib, ia berhasil mempersatukan seluruh kekuatan Islam waktu itu. Pada mulanya ia memfokuskan eksploitasi militernya ke Mesir dan Siria, tetapi karena berbagai provokasi yang dilakukan oleh Raynald dengan terus menyerang kaum pedagang dan peziarah Islam, bahkan menangkap adik Saladin dan mengancam kota Mekah dan Medina, akhirnya Saladin menanggapi dengan retiliasi militer. Film ini menyorot Pertempuran Hattin (1187) dimana kekuatan Saladin menghancurkan kekuatan ksatria Kristen serta menjatuhkan Yerusalem. Selanjutnya Saladin masih terus berhadapan dengan kekuatan-kekuatan Kristen dalam Perang Salib ke-3, khususnya melawan Raja Richard I dari Inggris, sampai akhirnya ia meninggal. Saladin dikenal dalam sejarah Islam maupun Kristen sebagai seorang pemimpin militer yang cerdik namun memiliki jiwa pengampun, bahkan walaupun bermusuhan ia mempunyai hubungan yang dekat dan saling menghormati dengan pemimpin-pemimpin Kristen, khususnya dengan Raja Richard.
  5. Konflik antara Yerusalem dan Saladin, sebagaimana di-film-kan, dipicu oleh tindakan Raynald (yang didukung oleh Guy) yang mengganggu rombongan pedagang dan peziarah Islam, serta menangkap adik Saladin. Tetapi peperangan yang terjadi jauh lebih rumit. Peperangan dimana kekuatan Yerusalem dibawah pimpinan Guy/Raynald jatuh ke tangan Saladin dikenal dalam sejarah sebagai Pertempuran Hattin (4 Juli 1187). Adalah fakta bahwa Guy dan Raynald ditawan oleh Saladin, dan Raynald dibunuh karena ia menerima air minum yang sebenarnya ditawarkan Saladin kepada Guy. Balian sendiri ada dalam pertempuran itu, tetapi berhasil melarikan diri ke Tirus, dan akhirnya kembali ke Yerusalem. Dengan semua pemimpin dan ksatria sudah dikalahkan di luar Yerusalem, Balian menemukan hanya rakyat yang ada, sehingga untuk menaikkan moral dan mempertahankan Yerusalem ia menjadikan semuanya ksatria. Ketika Saladin akhirnya mencapai Yerusalem dan mengepungnya (September 1187), dan kemudian menghancurkan sebagian temboknya, Balian bertemu dengan Saladin dan mengancam akan membunuh semua pasukan Islam yang memasuki Yerusalem dan menghancurluluhkan Yerusalem, sehingga terjadilah negosiasi untuk menentukan jumlah tebusan untuk membebaskan rakyat Yerusalem. Setelah beberapa kali negosiasi, akhirnya Balian menyerahkan Yerusalem pada Saladin pada tanggal 2 Oktober 1187, dan semua rakyat yang telah ditebus diizinkan untuk meninggalkan kota, sedangkan yang tidak ditebus dijual dalam perbudakan. Balian sendiri mengungsi ke Tripoli, tidak ke Perancis seperti yang di-film-kan.
  6. Latar belakang film ini adalah Perang Salib. Perang Salib merupakan serentetan gerakan militer kerajaan-kerajaan dari Eropa (ada 9 sampai 12 gerakan) yang terjadi antara abad 11 sampai 13, kebanyakan berhubungan dengan merebut kembali Tanah Suci dari tangan orang Islam, tetapi beberapa juga memerangi kerajaan Eropa lainnya. Sebelum masa ini, di belahan dunia Barat terjadi banyak peperangan untuk mengKristenisasi berbagai daerah, dan untuk itu muncul kelas ksatria yang bertugas melakukan peperangan. Setelah kemudian tercapai stabilisasi dan ketenangan, para ksatria ini tidak lagi dapat menemukan peperangan dalam mana mereka dapat melampiaskan jiwa perang mereka. Sementara itu belahan dunia Timur dikuasai oleh kekuatan Islam, termasuk di Tanah Suci, walaupun orang Kristen tetap diizinkan untuk melakukan perjalanan ziarah. Sampai di tahun 1009 kekuatan Islam menghancurkan sebuah gereja utama di Yerusalem. Walaupun akhirnya kekuatan Islam mengizinkan Kerajaan Byzantium (Kristen Timur) untuk mendirikan gereja itu kembali, tetapi rumor-rumor negatif telah mencapai dunia Barat mengenai kekejaman orang Islam terhadap para peziarah Kristen. Kerajaan Byzantium sendiri merasakan ancaman invasi dari kekuatan Islam, sehingga meminta bantuan dari Paus Urban II untuk membantu mempertahankan kerajaannya dan kekuatan Kristen di dunia Timur. Pada tahun 1095, Paus menghimbau kekuatan Kristen Barat untuk mempertahankan Kerajaan Byzantium, dan lebih dari itu, untuk merebut kembali Yerusalem. Panggilan Paus ini menjadi pemicu rentetan Perang Salib. Film ini mencakup masa di akhir Perang Salib ke-2, ketika Yerusalem jatuh ke tangan kekuatan Islam dibawah pimpinan Saladin.
  7. Film ini condong menggambarkan Saladin sebagai orang baik dan ksatria-ksatria Kristen sebagai orang jahat. Tetapi fakta sejarah yang dicoba disorot dalam film ini sebenarnya lebih rumit dari sekedar pertentangan orang jahat dan orang baik. Film ini, selain menuai pujian, juga menuai kritik, khususnya dari kaum akademisi, yang melihat bahwa walaupun film ini mengandung beberapa fakta sejarah (seperti kejahatan Guy dan Raynald, kejatuhan Yerusalem dalam Perang Hattin, dll), tetapi nuansa yang diberikan terlalu sederhana dan tidak lengkap. Misalnya tokoh Saladin yang mendapat gambaran cukup tinggi sebenarnya tidak begitu dikenal dalam sejarah Islam sendiri sampai pada abad 19, dan gambaran negatif dari para ksatria Kristen didasarkan atas buku The Talisman karangan Sir Walter Scott (1825) yang sekarang sudah ditolak oleh para akademisi.

Bersambung ke bagian 3

Tidak ada komentar: