Minggu, Januari 20, 2008

TRITUNGGAL

Doktrin Tritunggal merupakan salah satu doktrin utama dalam keKristenan, namun juga yang paling sulit dimengerti dan sering kali salah dimengerti. Doktrin Tritunggal mengajarkan bahwa Allah yang diperkenalkan di dalam Alkitab adalah Allah yang esa namun terdiri dari tiga pribadi, di mana pribadi-pribadi tersebut saling berbeda satu dengan yang lain, namun ada secara bersama-sama sejak dari kekekalan. Bahwa Allah berpribadi tiga tidak berarti ada tiga allah; sebaliknya, bahwa Allah itu esa tidak berarti Ia berpribadi tunggal.

Salah satu sumber kesulitan untuk mengerti dan menerima doktrin Tritunggal mungkin timbul dari inti doktrin ini, yakni konsep bahwa Allah yang "tunggal" adalah juga Allah yang "jamak". Kata "Tritunggal" itu sendiri menggabungkan "tri" (tiga) dan "tunggal" (satu) dalam satu kata, menunjukkan bahwa Allah yang Tritunggal mempunyai aspek tunggal dan aspek jamak (tiga) pada saat yang bersamaan. Tetapi bagaimana tiga adalah satu dan satu adalah tiga pada saat yang bersamaan? Bagaimana Allah yang "tunggal" adalah juga Allah yang "jamak" pada saat yang bersamaan? Masalah ini tampak seperti kontradiksi logika.

Kesulitan di atas dapat diatasi jikalau kita memahami bahwa yang "tunggal" dari Allah tidak sama dengan yang "jamak" dari Allah. Sesuatu hal tidak dapat memiliki dua kualitas yang berbeda dari satu aspek pada saat yang bersamaan; hal ini dikenal sebagai hukum kontradiksi logis. Namun, sesuatu hal dapat memiliki kualitas yang berbeda antara aspek-aspek yang berbeda pada saat yang bersamaan; hal ini tidak bersifat kontradiktif, karena satu aspek boleh saja memiliki kualitas yang berbeda dari aspek yang lainnya dari pada hal yang sama pada saat yang bersamaan. Dengan menerapkan prinsip di atas pada masalah Tritunggal, kita melihat bahwa Allah dapat saja "tunggal" dan "jamak" pada saat yang bersamaan, asalkan yang "tunggal" dan yang "jamak" dari Allah menyangkut dua aspek yang berbeda dari Allah, bukan satu aspek yang sama.

Doktrin Tritunggal mengajarkan bahwa Allah adalah makhluk yang esa, yang unik, yang tidak ada duanya. Namun makhluk yang esa ini, yang kita kenal sebagai Allah, adalah makhluk yang mempunyai tiga pribadi. Makhluk (esensi) berbeda dengan pribadi; jadi, kualitas makhluk dan kualitas pribadi tidak harus sama, walaupun makhluk dan pribadi yang sedang dibicarakan menyangkut hal yang sama. Doktrin Tritunggal tidak mengajarkan bahwa Allah itu makhluk yang esa dan sekaligus makhluk yang jamak, ataupun Allah mempunyai satu pribadi dan sekaligus tiga pribadi, hal mana harus dimengerti sebagai kontradiksi. Doktrin Tritunggal mengajarkan bahwa Allah itu makhluk yang tunggal, tetapi mempunyai tiga pribadi; yang tunggal dan yang jamak adalah kualitas dan dua aspek yang berbeda, yaitu makhluk dan pribadi.

Ilustrasi dapat membantu kita menggapai konsep yang abstrak di atas, walaupun harus diingat bahwa tidak ada satu pun ilustrasi yang dapat menjelaskan diri Allah yang Tritunggal secara menyeluruh. Salah satu ilustrasi adalah segitiga. Suatu segitiga harus mempunyai tiga sisi yang saling menyambung menjadi kesatuan. Jadi, walaupun hanya ada satu segitiga, namun segitiga yang satu ini mempunyai tiga sisi pada saat yang bersamaan. Segitiga tersebut adalah bentuk geometris yang tunggal, namun ia pun "jamak" dalam jumlah sisi yang membentuknya. Ilustrasi lainnya adalah suatu ruas jalan dengan beberapa jalur, misalkan saja tiga jalur. Hanya ada satu ruas jalan (tunggal), namun ruas jalan yang satu ini memiliki tiga jalur yang berbeda pada saat yang bersamaan (jamak). Secara teknis kita tidak dapat mengatakan bahwa ada tiga jalan - walaupun memang ketiga jalur pada ruas jalan tersebut adalah jalan - melainkan yang tiga adalah jalurnya. Tetapi, dengan adanya hanya satu ruas jalan tidak mengharuskan jalan tersebut memiliki hanya satu jalur, karena jumlah jalur tidak harus bergantung pada tunggalnya ruas jalan tersebut. Jadi, ruas jalan tersebut "tunggal" dan "jamak" pada saat yang bersamaan. Ilustrasi-ilustrasi di atas mengajarkan bahwa konsep Tritunggal adalah satu konsep yang sesungguhnya logis, dan bahwa konsep Allah yang Tritunggal bukanlah konsep yang tidak masuk di akal.

Satu sumber kesulitan lainnya bagi banyak orang untuk mengerti dan menerima Allah Tritunggal adalah bahwa konsep tritunggal kedengarannya aneh. Hal ini disebabkan tidak adanya titik acuan di sekitar kita untuk suatu makhluk yang demikian, dan semua acuan yang ada justru berbeda dengan konsep ini. Semua makhluk berpribadi yang kita kenal pada umumnya mempunyai hanya satu pribadi. Orang-orang yang kita kenal, misalnya, masing-masing mempunyai hanya satu pribadi. Namun hal ini tidak boleh diterapkan pada Allah, karena Allah adalah makhluk yang berbeda dengan makhluk manusia maupun yang lainnya. Allah adalah makhluk yang unik, yang tidak ada duanya di seluruh jagad raya. Apa yang lazim bagi kita tidak berarti harus lazim bagi Allah juga, dan apa yang lazim bagi Allah tidak harus lazim bagi kita. Keunikan Allah membuka kemungkinan bahwa Allah itu merupakan sesuatu yang kita tidak bisa dapatkan persamaannya di dunia ini. Dan salah satu bukti keunikan Allah adalah ke-Tritunggal-anNya itu. Bahwa kita tidak dapat mengerti Allah justru membuktikan bahwa Ia adalah Allah, yaitu yang lebih tinggi dan agung dari kita, yang ada di atas kita. Jikalau kita dapat sepenuhnya mengerti Allah, maka Ia tidak lagi layak dipanggil Allah, karena Ia sudah dapat "dimasukkan" ke dalam otak kita yang kecil ini. Doktrin Tritunggal dapat kita terima walaupun tidak dapat kita pahami sepenuhnya karena doktrin ini tidak melawan akal dan logika, melainkan berada di atas/melebihi logika. Doktrin Tritunggal menunjukkan Allah sebagai Allah yang lebih besar dari kita ciptaanNya, yang tidak dapat dikotakkan ke dalam otak dan pengertian kita yang demikian terbatas.

Kata "Tritunggal" tidak pernah muncul dalam Alkitab. Hal ini menyebabkan banyak orang menyangkal doktrin ini dengan berdalih bahwa ajaran ini tidaklah Alkitabiah. Walaupun Alkitab tidak pernah secara gamblang mendefinisikan Tritunggal dan menerapkannya pada Allah, namun di seluruh Alkitab tercatat berbagai fakta tentang Allah yang jikalau dipertimbangkan bersama-sama, akan menunjukkan ke-Tritunggal-an Allah. Salah satu cara untuk memperlihatkan ajaran Tritunggal dalam Alkitab adalah dengan mengikuti langkah-langkah logika berikut:

  1. Alkitab mengajarkan bahwa hanya ada satu Allah (Allah itu esa/tunggal): Ul 4:35, 39; 6:4; 32:39; II Sam 22:32; Yes 37:20; 43:10, 11; 44:6-8; 45:5, 14, 21-22; 46:9; Mark 12:29; Yoh 5:44; Rom 3:30; 16:27; I Kor 8:4-6; Gal 3:20; Ef 4:6; I Tim 1:17; 2:5; Yak 2:19; Yud 25
  2. Alkitab mencatat satu pribadi dari Allah yang dipanggil "Bapa": Yoh 17:3; I Kor 8:6
  3. Alkitab mencatat bahwa Yesus adalah Allah: Yes 9:6; Yoh 1:1; 8:58; 10:30; 20:28; Rom 9:5; Tit 2:13; Ibr 1:8; II Pet 1:1; I Yoh 5:20
  4. Alkitab mencatat bahwa Roh Kudus adalah Allah: Kis 5:3-4; II Kor 3:17-18
  5. Oleh sebab Alkitab mengajarkan bahwa hanya ada satu Allah, dan Alkitab juga menyebut tiga pribadi yang berbeda-beda - Bapa, Yesus (Anak) dan Roh Kudus - sebagai Allah, maka dapat disimpulkan bahwa Alkitab mengajarkan bahwa Allah yang esa itu mempunyai tiga pribadi yang berbeda (Bapa, Anak, Roh Kudus), dan bahwa ketiga pribadi itu adalah Allah; dengan kata lain, Alkitab mengajarkan doktrin Tritunggal.

Jabaran di atas tentang doktrin Allah Tritunggal tidaklah dimaksudkan sebagai suatu jabaran yang lengkap dan cermat. Namun demikian diharapkan agar apa yang telah disampaikan dapat membuka sedikit wawasan tentang doktrin yang penting ini. Pesan utama dari makalah ini adalah bahwa doktrin Tritunggal adalah suatu doktrin yang logis, yang dapat diterima oleh setiap orang yang rela memakai pikirannya dengan jujur. Juga, bahwa doktrin ini adalah doktrin yang Alkitabiah, bukan ciptaan pemikir Kristen belaka. Selebihnya, setiap pembaca dituntut untuk mendalami doktrin ini agar dapat mengenal Allah dengan lebih baik lagi.

Catatan: Selesai pada 20/07/1996. Penggunaan istilah "makhluk" pada Allah dalam artikel ini mungkin dapat menimbulkan kesan bahwa Allah adalah ciptaan seperti kita makhluk manusia, tetapi sebenarnya bukan begitu maksudnya, melainkan istilah "makhluk" untuk Allah lebih dimaksudkan untuk merujuk pada esensi Allah. Saya sekarang lebih suka menghindari pemakaian istilah ini pada Allah.

3 komentar:

Anonim mengatakan...

saya pribadi orang kristen, tp terus terang saya masih binggung juga dgn konsep tri tunggal. Bukankan Allah itu esa, tidak bisa di bandingkan dgn apapun seperti yg anda tuliskan? Sementara di konsep tritunggal? Beliau sebanding dgn Jesus, juga Roh Kudus. Saya pernah baca Yohanes (saya lupa ayat brp, nanti akan saya tuliskan kembali) bahwa Yesus sendiri bilang, kl "posisi" beliau tidak sama dgn Allah Bapa...waktu itu saya tanya ke bbrp pendeta, mereka bilang, bahwa saya harus "percaya" saja..just go blind, krn sifat tri tunggal di luar otak manusia. Menurut saya, bukankah untuk mengenal Allah Bapa sebagai pencipta dari segala2nya, di perlukan pengenalan yg simpel? Manusia terlahir dengan akal dan pikiran, pikiran juga ber-evolusi..dan masih banyak jalan kebenaran yg tertutup di kristen itu sendiri..

Josh mengatakan...

Anonim, bingung soal Tritunggal itu biasa. Yang penting terus pelajari Alkitab dan lihat sendiri apakah memang Alkitab mengajarkan Tritunggal atau tidak. Kalau ya, biar bingung juga tetap harus percaya, inilah faith (iman), tapi bukan BLIND (buta, asal percaya saja) faith, bukan blind karena ada dasarnya yaitu Alkitab yang adalah Firman Allah. Adapun kita tidak mengerti itu karena mana mungkin manusia bisa sepenuhnya mengerti yang ilahi? Justru kalau sepenuhnya kita bisa memahami seperti apa Tritunggal itu, maka Allah sudah tidak lagi ilahi karena sudah bisa dipahami sepenuhnya oleh kita. Jadi, kita harus pakai akal dan pikiran kita supaya kita tidak asal percaya, tetapi ketika akal mentok sehingga tidak mampu memahami sepenuhnya kata Firman Allah, saat itulah kita harus bersandar pada iman pada Firman Allah dan tidak kekeh bersandar pada akal pikiran kita sendiri.

Mengenai konsep Tritunggal itu sendiri, bukan masalah membanding-bandingkan, melainkan masalah keesaan esensi tapi kemajemukan (tiga) pribadi. Coba anda teliti lagi artikel saya.

Mudah-mudahan membantu. Terus semangat belajar Firman Tuhan.

Denis Desmanto mengatakan...

Shalom saudara-saudari Kristen dari berbagai macam denominasi. Sudah ada yang pernah mendengar tentang Shema Yisrael? Ini adalah kalimat pengakuan iman orang Yahudi yang biasa diucapkan pada setiap ibadah mereka baik itu di rumah ibadat atau sinagoga maupun di rumah.
Yesus juga menggunakan Shema untuk menjawab pertanyaan dari seorang ahli Taurat mengenai hukum yang utama.
Kita dapat baca di Ulangan 6 ayat 4 dan Injil Markus 12 ayat 29. Dengan mengucapkan Shema, orang Yahudi mengakui bahwa YHWH ( Adonai ) Elohim itu esa dan berdaulat dalam kehidupan mereka. Berikut teks Shema Yisrael tersebut dalam huruf Ibrani ( dibaca dari kanan ke kiri seperti huruf Arab ) beserta cara mengucapkannya berikut ini

Teks Ibrani Ulangan 6 ayat 4 : " שמע ישראל יהוה אלהינו יהוה אחד "

Cara mengucapkannya : " Shema Yisrael YHWH ( Adonai ) Eloheinu YHWH ( Adonai ) ekhad "

Lalu berdasarkan halakha/ tradisi, diucapkan juga baris kedua sesudah Shema: " ברוך שם כבוד מלכותו לעולם ועד " ( barukh Shem kevod malkuto le'olam va'ed ) yang artinya diberkatilah nama yang mulia kerajaanNya untuk selama-lamanya. ש🕎✡️🐟🖖🏻📜🕍🗺️🕊️🌾🍇🍎🍏🐏🐑🐐🐄🦅🐎🐫🦌🐍🐴🍷🥛🍯🗝️🛡️🗡️👨‍👩‍👧‍👦🤴🏻🤲🏻🛐🇮🇱